![]() |
| adaptor charger ponsel |
Disadari atau tidak charger atau sering dikenal dengan cas-casan sangat kita perlukan.
charger ponsel, charger laptop, charger HT,charger senter, charger raket nyamuk,dll
![]() |
| battery ponsel |
![]() |
| battery HT |
Charger adalah istilah untuk mengisi ulang battery peralatan sampai kapasitas yang direkomendasikan oleh pabrikan battery
![]() |
| dock charger HT |
Charger ponsel, charger laptop, charger HT yang kita kenal selama ini sebenarnya adalah adaptor step down, yang merubah listrik PLN 220Vac menjadi tegangan 5-10Vdc atau range tegangan lain yang sesuai dengan spesifikasi peralatan charger yang berada dalam peralatan itu sendiri.(untuk HT, peralatan charger berada dalam dock, bukan berada dalam HT)
![]() |
| senter charger |
Charger senter (tipe murah), charger raket nyamuk, adaptor step down dan peralatan charger sudah berada dalam peralatan itu sendiri, sehingga untuk melakukan charger atau isi ulang battery dalam peralatan, tinggal colokan alat pada listrik PLN
![]() |
| raket nyamuk |
Proses charger, harus mengikuti rekomendasi pabrikan battery, hal ini berguna untuk melakukan pengisian yang aman dan menjaga usia pakai battery tetap panjang.
Pada kendaraan bermotor, terdapat battery / accu yang diperlukan untuk melakukan stater, dan menghidupkan peralatan seperti lampu sein, lampu dasbord, lampu kabin, klakson, ignetion (peralatan pengapian), meter dasbord ( level bbm, temperatur mesin, kecepatan digital, dll ),ecu, peralatan injeksi bahan bakar.
![]() |
| accu mobil |
Accu pada mobil dan motor fuel injektion memiliki peranan yang sangat penting, karena semua proses untuk menghidupkan mesin (ignetion, stater, ecu, peralatan injection) memerlukan listrik mula/awal sebelum altenator(dinamo isi/generator) menghasilkan listrik.
Untuk motor dengan sistem carburator dan CDI jenis AC, penyalaan mesin dapat dilakukan tanpa adanya accu, karena CDI langsung mendapatkan listrik dari altenator(dikenal sebagai spul). Contoh : motor merek Yamaha, Honda, Mocin yang menjiplak honda
![]() |
| accu motor metik |
Untuk motor dengan sistem carburator dan CDI jenis DC, penyalaan mesin mutlak memerlukan accu, karena CDI hanya dapat bekerja bila terdapat listrik constan. Contoh : motor merek Suzuki
Suzuki mempergukanan sistem CDI jenis DC karena, didalam CDI terdapat peralatan elektrik pengeser sudut timming mesin berdasarkan putaran mesin, oleh sebab itu, motor Suzuki dengan kapasitas mesin kecil memiliki tenaga yang besar, sedangka motor dengan CDI jenis AC, pengeser timming dibuat dengan membentuk profil pemicu pulsar seperti tangga
Accu memberikan daya awalan pada peralatan sampai mesin hidup, dan altenator menghasilkan listrik. Listrik dari altenator masuk ke regulator untuk menjaga tegangan yang dihasilkan konstan.
Listrik yang keluar dari regulator dimanfaatkan untuk mengisi accu kembali dan mensupply daya untuk peralatan pendukung mesin dan paralatan accecories.
Accu juga berperan untuk mensetabilkan voltase regulator, dan back up listrik saat peralatan mobil / listrik memerlukan daya listrik yang besar secara mendadak.
Ada kalanya accu tidak memiliki daya yang cukup untuk melakukan stater mobil / motor di karenakan beberapa sebab, seperti :
- Mobil / motor yang lama tidak dihidupkan, daya accu menjadi turun karena accu / battery memiliki kebocoran internal, yang akan menguras daya accu walaupun accu tidak dipergunakan
- Altenator / dinaom isi tidak dapat menghasilkan daya yang cukup (brusstel habis, diode bocor, kawat spul terbakar,dsb)
- Terdapat peralalatan yang short / consleting sehingga mengambil daya yang terlampau besar
- Air accu sangat kurang sehingga cell tidak terendam penuh
- Accu sudah soak / habis massa pakainya / cell nya rusak
- dll
Accu / battery memiliki kebocoran daya internal, yang semakin besar seiring bertambahnya usia pemakaian.
accu akan mengalami penurunan kapasitas simpan dikarenakan perubahan struktur kimia dari sel pembentuknya.
Accu yang lama tidak dipergunakan akan mengalami penurunan kapasitas daya sampai habis.
Tanpa adanya pengisian ulang, sel accu akan mengalami penumpukan sulfat pada sel (belerang dari asam sulfat) yang semakin lama semakin mengeras. Di titik inilah accu sudah tidak dapat dipergunakan lagi
Mobil / motor yang lama tidak dipergunakan, akan sulit untuk menyalakan stater, hal ini karena kapasitas daya accu berkurang sampai dibawah kapasitas yang dibutuhkan untuk menjalankan motor stater.
Penurunan kapasitas daya accu, juga dapat disebabkan pemakaian kendaraan yang singkat, sehingga accu tidak mendapatkan pengisian yang cukup.
Pengisian accu sampai kapasitas 100% memerlukan waktu 14 jam dengan arus pengisian sebesar 0,1C (10% dari kapasitas daya accu, misal accu 5Ah, diperlukan pengisian sebesar 0,5A dalam waktu 14 jam)
Secara teoritis, accu 5Ah diisi (charge) sebesar 0,5A memerlukan waktu 10 jam, akan tetapi arus pengisian accu tidak bergerak secara linier (tetap) akan tetapi bergerak secara logarithmic, yaitu arus pengisian diserap dengan cepat saat accu dalam keadaan kosong, dan arus pengisian diserap dengan lambat saat accu mendekati penuh.
Sel accu memiliki tegangan saat terbuka (kapasitas 100% tanpa beban) sebesar 2,108Volt.
Accu kendaraan moderen memiliki 6 sel yang dirangkai secara seri, sehingga menghasilkan voltase 6 x 2,108V = 12,65V
Sebagai pendekatan untuk mengetahui kapasitas daya accu, dilakukan dengan cara mengukur tegangan terbuka accu setelah di istirahatkan 4-24 jam :
- 12,65V = 100%
- 12,45V = 75%
- 12,24V = 50%
- 12,06V = 25%
- 11,89V = 0%
Batas pembebanan accu yaitu saat tegangan accu turun sampai 1,7V/sel atau 10,5V pada accu 12V.
Pembebanan accu <= 10,5V secara berkelanjuan akan meningkatkan deposit sulfat pada sel yang berdampak pada penurunan kapasitas simpan accu sampai terjadi kerusakan permanen.
Perlu pencecekan tegangan accu secara berkala (saat accu tidak dipergunakan ), lakukan charger bila tegangan accu 2,0V/sel atau 12V.
Penurunan tegangan accu dibawah 2,0V/sel atau kurang dari 12V mengakibatkan lapisan sulfat terbentuk pada sel.
Charger accu untuk mencapai kapasitas 100% memerlukan 3 tahapan yang berbeda :
1.-Constan Current Charger (charger dengan ampere tetap sebesar 0,1C/10% kapasitas accu) perkiraan waktu 5-8jam, disini kapasitas max accu adalah 70%
2.-Toping Charger (charger dengan tegangan tetap) perkiraan waktu 7-10jam dengan tegangan max 2,3V-2,45V/sel
3.-Floating Charger (charger berdasar perubahan tegangan accu), Floating charger berfungsi menjaga accu selalu dalam keadaan penuh, jadi charger selalu dihubungkan dengan accu. Tegangan max 2,25V-2,27V/sel
Accu adalah jenis battery yang tidak dapat di charger secara cepat (Rapid Charger) seperti battery Li-Ion, dikarenakan komponen elektrolit yang dipergunakan accu (asam sulfat / H2SO4) tidak dapat diurai dengan cepat.
Charger melampaui ampere rekomendasi pada accu akan memperpendek usia pakai, karena terjadi short/konsleting didalam sel yang mengakibatkan kerusakan sel secara permanen
Charger yang dilakukan secara benar tidak membuat accu dapat dipergunakan selamanya, akan tetapi memperpanjang usia pakai yang berdampak pada penghematan biaya penggantian accu
Pemilik kendaraan bermotor yang jarang diprgunakan, sebaiknya memiliki charger yang memiliki 3 tahap charger yang selalu dihubungkan dengan accu, sehingga tidak perlu melakukan pengukuran tegangan accu secara rutin, dan charger akan menjaga kondisi accu tetap baik
Tanpa memiliki charger 3 tahap, tetap dapat menjaga kondisi accu tetap baik, dengan pengukuran tegangan secara rutin, dan mematikan charger saat accu sudah mencapai kapasitas maksimumnya.







